Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Dusun Pandes: Mbah Karto dan Mbah Karjiyem, I Love You Full!

Sesungguhnya sejak beberapa waktu lalu, saya ingin mengajak Alin dan Zora sowan ke kampung Pandes Panggungharjo Bantul. Ihwalnya, sejak Alin khusyu’ membuat mainannya sendiri dengan barang-barang yang ada di Rumah. Akhirnya, Sabtu 25 Februari 2012, saya, istri, Alin, Zora dan Bibi Henny sampai juga di dusun Pandes.

Beberapa media telah memberitakan tentang dusun Pandes, dimana banyak simbah-simbah yang membuat mainan tradisional berbahan kertas dan bambu, seperti wayang, othok-othok, sangkar burung atau kipas lipat. Media seperti Kompas atau Kick Andy pun sudah meliputnya.



Piramida Sewon adalah ancer-ancernya, karena dusun Pandes persis di sebelah Baratnya. (Entah apakah Andi Arif cs sudah pernah ke Piramida itu atau belum). Kami masuk lewat belakang dusun. Dari simbah-simbah nongkrong yang kami tanya, kamipun dirujuk untuk mencari rumah Mbah Atmo, Mbah Karto atau Mbah Rejo. Siapa mereka? Mereka adalah tokoh utama dari legenda mainan tradisional di dusun Pandes ini, merekalah yang membuatnya.

Sabtu, 01 Maret 2014

Sisa Konser: Aku Ra Popo



 
Saya sempat terkejut ketika mengetahui bahwa malam ini (1/3) ada konser SLANK di Alun-Alun Selatan. Kalau boleh jujur, saya memang kurang update masalah seperti ini. Saya tidak begitu suka dengan keramaian, jadi jarang sekali nonton konser-konser. Saya mengetahui info ini ketika melihat banyaknya jejeran bendera di sisi trotoar Alkid.  Saat itu, saya berniat sarapan sebelum menuju Sidoarum dan memilih rute Alkid sebagai jalan pintas. Setelah sedikit mencari info, agenda konser ini merupakan buah ide dari Kementrian Pemuda dan Olahraga yang menggandeng Slank dan beberapan band lokal sebagai Band penghibur untuk memeriahkan acara launching peringatan ke- 86 Sumpah Pemuda.
Di perjalanan menuju Sidoarum saya sudah memasang niat untuk memotret momen ini. Mengingat di saat melewati Alkid, para Slankers yang sudah berkumpul sejak pagi. Ada yang duduk bersama rombongan sambil berbincang-bincang, ada pula yang menggelar lapak dagangan. Bendera-bendera dari berbagai daerah juga sudah banyak berjejer di atas pagar. Akan tetapi niat hati ingin motret suasana siang hari tidak bisa terlaksana karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan sampai malam.